Turbulensi dan Krisis Bisnis Melanda Boeing

Bisnis Boeing terguncang turbulensi. Kepercayaan dunia pada pabrikan pesawat asal Amerika Serikat ini rontok.

Belum genap lima bulan dari peristiwa kecelakaan Lion Air di Karawang pada Oktober 2018, Boeing seri 737 Max 8 jatuh di Ethiopia. Kecelakaan fatal ini membuat Boeing diuji krisis.

Dunia pun bersikap Was-was. Lebih dari 10 negara termasuk Indonesia, resmi melarang Boeing seri Max 8 mengangkasa. Embargo terbang paling ekstrem dilakukan Inggris. Tak hanya seri Max 8, seluruh Boeing keluarga Max dilarang melintas dan wajib dikandangkan di Inggris.

Sementara, di dunia, 37 maskapai sudah memesan Boeing seri Max. Dua di antaranya jatuh, yaitu Lion Air dan Ethiopian Airlines.

#BoeingMax8 #EthiopianAirlines #PesawatBoeing

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media social Kompas TV:
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
Twitter: https://twitter.com/KompasTV
LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Bisnis Nonton Berbayar di Ponsel Pintar

Menonton #film di ponsel pintar banyak dipilih warga urban untuk membunuh waktu. Waktu masyarakat yang lebih banyak di luar rumah dibanding di rumah pun membuat bisnis aplikasi nonton film makin berkembang beberapa tahun terakhir.

Istilah lain bisnis ini adalah #OverTheTop (OTT) atau layanan konten berupa data dan multimedia. Filmnya pun beragam, mulai dari film Indonesia hingga drama Korea.

Namun ternyata tak mudah mengenalkan #bisnisnonton berbayar di Indonesia. Pasalnya budaya masyarakat Indonesia selama ini selalu ditawarkan tontonan gratis di televisi.

Konsep bisnis pun harus disesuaikan. IFLIX misalnya. Penyedia konten yang kini sudah punya 8 juta pengguna aktif akhirnya membuat sistem berbayar dan tak berbayar demi untuk menarik pengguna aktif semakin banyak.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media social Kompas TV:
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
Twitter: https://twitter.com/KompasTV
LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Hero Grup Ubah Strategi Bisnis setelah Tutup 26 Gerai

Tak hanya Central yang tutup, PT Hero Supermarket juga menutup 26 gerainya. Manajemen Hero Group menyebut ketatnya persaingan dan pola konsumsi masyarakat yang berubah jadi alasan utamanya.
 
Dari 26 gerai yang ditutup, kebanyakan adalah gerai Giant. Pihak Hero Grup mengakui penjualan Giant dalam 2 tahun terakhir menyumbang kerugian yang cukup besar. Giant sendiri dibuat untuk menyasar kelas menengah ke bawah, sementara Hero kelas premium. Penjualan Hero juga tak baik meski tak seburuk Giant.

Dari 26 gerai, 25 adalah gerai Giant yang tutup, sementara 1 adalah Hero supermarket. PT Hero Supermarket Tbk punya 2 lini bisnis. Hero dan Giant masuk lini makanan, sementara Ikea dan Guardian di lini non-makanan.

Saat ini, manajemen tengah mengubah strategi bisnis untuk mempertahankan bisnis makanannya dan mengevaluasi kinerja toko Giant dan Hero supermarket sekitar 160 gerai yang masih buka.